CCIE Bootcamp: Frame Relay

Tulisan ini merupakan rangkaian blog dari CCIE Bootcamp 9 hari yang diadakan oleh ID Networkers (bukan iklan loh!). Tulisan ini merupakan ringkasan dari materi yang penulis dapatkan pada hari sebelumnya dan untuk hari pertama membahas tentang Frame Relay.

Frame Relay adalah teknologi untuk menghubungkan perangkat dalam wide area network (WAN) menggunakan metode packet switching dan bekerja di physical dan data link layer pada OSI layers. Sebelum Frame Relay dapat mengirimkan paket data, Frame Relay membutuhkan informasi yang memetakan antara alamat data link layer (L2) dan network layer (L3). Ada dua metoda untuk pemetaan ini yaitu pemetaan secara dinamis maupun statis (dynamic and static mapping). Pemetaan secara dinamis bergantung pada Frame Relay Inverse Address Resolution Protocol (Inverse ARP) untuk menentukan alamat tujuan berdasarkan DLCI.

Untuk menghubungkan dua router menggunakan Frame Relay kita dapat menggunakan Frame Relay Switch, walaupun kita dapat menggunakan koneksi back to back tapi untuk kasus ini kita akan menggunakan Frame Relay Switch.

Frame Relay Topology

Konfigurasi Frame Relay Switch:

frame-relay switching
!
interface Serial0/0
 no ip address
 encapsulation frame-relay
 clock rate 2000000
 frame-relay intf-type dce
 frame-relay route 102 interface Serial0/1 201
!
interface Serial0/1
 no ip address
 encapsulation frame-relay
 clock rate 2000000
 frame-relay intf-type dce
 frame-relay route 201 interface Serial0/0 102

 

Dynamic Mapping
Dengan pemetaan dinamis kita cukup memberikan alamat IP dan set enkapsulasi interface sebagai Frame Relay.

Konfigurasi R1:

interface Serial0/0
 ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
 encapsulation frame-relay

 

Static Mapping
Pemetaan dengan Inverse ARP akan di-override oleh pemetaan statis.

Konfigurasi R2:

interface Serial0/0
 ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
 encapsulation frame-relay
 frame-relay map ip 12.12.12.1 201 broadcast

 

Parameter broadcast di atas berguna untuk melewatkan paket multicast yang digunakan oleh routing protocol.

 

Frame Relay pada Sub Interface
Selain pada interface utama, Frame Relay juga dapat digunakan pada sub interface.

Konfigurasi Frame Relay pada sub interface:

Dynamic Mapping (R1)

interface Serial0/0
 no ip address
 encapsulation frame-relay
!
interface Serial0/0.1 multipoint
 ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
 frame-relay interface-dlci 102

 

Static Mapping (R2)

interface Serial0/0
 no ip address
 encapsulation frame-relay
!
interface Serial0/0.1 multipoint
 ip address 12.12.12.2 255.255.255.0
 frame-relay map ip 12.12.12.1 201 broadcast

 

Kita dapat menggunakan kombinasi pemetaan dinamis dan statis untuk tiap router.
Pada sub interface ada dua mode yang dapat digunakan, dengan mode multipoint dan point to point.

Catatan: Dengan mode point to point kita tidak dapat menggunakan static mapping.

R1(config-subif)#frame-relay map ip 12.12.12.2 102 broadcast
 Only frame-relay interface-dlci command should beused on point-to-point interfaces not frame-relay map

 

Tips: Kita tidak dapat mengubah secara langsung dari mode multipoint ke point to point, untuk ini kita bisa menggunakan perintah default. Jangan lupa untuk mencatat konfigurasi sebelumnya!

R1(config)#int s0/0.1 point-to-point
% Warning: cannot change link type

R1(config)#default interface s0/0
Building configuration...
Interface Serial0/0 set to default configuration

 

Konfigurasi Frame Relay pada sub interface dengan mode point to point di R1:

interface Serial0/0
 no ip address
 encapsulation frame-relay
!
interface Serial0/0.1 point-to-point
 ip address 12.12.12.1 255.255.255.0
 frame-relay interface-dlci 102

 

Verifikasi
Untuk memastikan kalau Frame Relay sudah berjalan kita bisa menggunakan perintah show frame-relay map atau show frame-relay pvc.

R1#sh frame-relay map
Serial0/0 (up): ip 12.12.12.2 dlci 102(0x66,0x1860), dynamic,
 broadcast,, status defined, active

R1#sh frame-relay pvc
PVC Statistics for interface Serial0/0 (Frame Relay DTE)
Active Inactive Deleted Static
 Local 1 0 0 0
 Switched 0 0 0 0
 Unused 0 0 0 0
DLCI = 102, DLCI USAGE = LOCAL, PVC STATUS = ACTIVE, INTERFACE = Serial0/0
input pkts 1 output pkts 1 in bytes 34
 out bytes 34 dropped pkts 0 in pkts dropped 0
 out pkts dropped 0 out bytes dropped 0
 in FECN pkts 0 in BECN pkts 0 out FECN pkts 0
 out BECN pkts 0 in DE pkts 0 out DE pkts 0
 out bcast pkts 1 out bcast bytes 34
 5 minute input rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
 5 minute output rate 0 bits/sec, 0 packets/sec
 pvc create time 00:00:57, last time pvc status changed 00:00:47

 

Dan tentu saja ping😀

R1#ping 12.12.12.2
Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 12.12.12.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 1/6/16 ms

Author: bagus

cross-border commuter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s