Backup dan Restore HDD di Linux

Mungkin belum ada tool yang lengkap untuk membackup dan merestore harddisk di Linux seperti Norton Ghost. Kebanyakan tool membackup semua isi harddisk termasuk free space atau hanya membackup partisi tertentu tanpa memberi informasi MBR atau tabel partisi. Ghost4Linux sudah menyediakan tool tersebut dalam satu CD. Dan dari beberapa tool tersebut kita dapat membackup harddisk kita.

dd
Tool ini digunakan untuk membackup semua isi harddisk, jadi bila kita mempunyai harddisk sebesar 20GB maka hasil backup kita akan sebesar 20GB. Mengapa hasil backup akan sama? Karena tool ini akan membackup seluruh harddisk, termasuk data dan free space. Tapi ada cara untuk mengatasi hal ini, tapi saya kurang menyukai cara tersebut. Cara gampang menggunakan dd adalah:

dd if=/dev/sda of=/path/to/backup.img

dimana if adalah input file, of adalah output file. Untuk merestore, kita tinggal membalik urutannya saja🙂

partimage
Partimage digunakan untuk membackup per partisi. Tool ini akan membackup data saja sehingga hasil backupnya kecil dan kita juga dapat mengkompresi hasil backup dengan gzip atau bzip2. Untuk penggunaannya … baca saja manualnya😀

Oke sekarang kita akan mencoba membackup seluruh isi harddisk, untuk ini kita membutuhkan tool berikut: dd, sfdisk, fdisk, dan partimage. Proses restore hanya bisa dilakukan ke harddisk dengan kapasitas yang sama atau lebih besar, tapi Norton Ghost bisa melakukan ke harddisk yang lebih kecil😦

Note: Penulis tidak bertanggung jawab apabila ada kerusakan pada data atau harddisk.

Proses Backup

  1. Gunakan OS Linux!
  2. Pasang harddisk, unmount apabila window manager me-mount secara otomatis. Apabila harddisk dipasang langsung ke motherboard kemungkinan besar akan dikenali sebagai /dev/hdb, apabila menggunakan konverter USB to ATA/IDE maka akan dikenali sebagai /dev/sda.
  3. Gunakan fdisk dan sfdisk untuk melihat informasi tabel partisi. Anggap harddisk dikenali sebagai /dev/sda.

    fdisk -l /dev/sda (sebagai root)

    Disk /dev/sda: 40.0 GB, 40007761920 bytes
    16 heads, 63 sectors/track, 77520 cylinders
    Units = cylinders of 1008 * 512 = 516096 bytes

    Device Boot Start End Blocks Id System
    /dev/sda1 * 1 16455 8293288+ c W95 FAT32 (LBA)
    /dev/sda2 16456 36765 10236240 c W95 FAT32 (LBA)
    /dev/sda3 36768 56148 9767520 83 Linux
    /dev/sda4 56148 77520 10771582+ 5 Extended
    /dev/sda5 56148 58125 995998+ 82 Linux swap / Solaris
    /dev/sda6 58125 77520 9775521 b W95 FAT32

    sfdisk -d /dev/sda (sebagai root)

    # partition table of /dev/sda
    unit: sectors

    /dev/sda1 : start= 63, size= 16586577, Id= c, bootable
    /dev/sda2 : start= 16586640, size= 20472480, Id= c
    /dev/sda3 : start= 37061955, size= 19535040, Id=83
    /dev/sda4 : start= 56596995, size= 21543165, Id= 5
    /dev/sda5 : start= 56597058, size= 1991997, Id=82
    /dev/sda6 : start= 58589118, size= 19551042, Id= b

    Simpan informasi tersebut ke dalam file, bisa dengan menggunakan

    fdisk -l /dev/sda > fdisk.txt
    sfdisk -d /dev/sda > sfdisk.txt

  4. Sekarang kita mulai membackup tiap partisi dengan tool partimage, partisi extended dan swap tidak perlu dibackup.

    partimage -z1 -d save /dev/sda1 1.win.sys
    partimage -z1 -d save /dev/sda2 2.win.data
    partimage -z1 -d save /dev/sda3 3.lin.root
    partimage -z1 -d save /dev/sda6 6.win.data2

    Ikuti petunjuk yg muncul setelah mengetikkan perintah di atas. Opsi -z1 adalah untuk mengkompresi hasil backup dengan gzip. Opsi -d untuk tidak memberi deskripsi. Opsi save adalah perintah untuk membackup. Secara otomatis partimage akan menambahkan .000 pada nama backup kita.

  5. Selanjutnya kita akan membackup bagian MBR dari harddisk kita

    dd if=/dev/sda of=mbr.bin count=1 bs=512

  6. Oke proses backup sudah selesai, Anda dapat menyimpan hasil backup ke dalam CD/DVD.

Proses Restore

  1. Kebutuhan sama seperti proses backup.
  2. Pasang harddisk, unmount apabila window manager me-mount secara otomatis.
  3. Pertama kita restore MBR ke harddisk

    dd if=mbr.bin of=/dev/sda count=1 bs=512

  4. Ingat file sfdisk.txt? Kini saatnya menggunakan file tersebut

    sfdisk -n /dev/sda < sfdisk.txt

    Apabila ada pesan error tentang cylinder boundary, pesan tersebut dapat diabaikan. Tapi apabila ada error tentang partisi yang overlap dan berada di luar kapasitas harddisk, error ini harus diperbaiki sebelum melangkah ke tahap selanjutnya.

  5. Tahap selanjutnya adalah mengembalikan tabel partisi dari harddisk

    sfdisk –force /dev/sda < sfdisk.txt

  6. Selanjutnya kita buat partisi swap berdasarkan informasi yang ada di file fdisk.txt

    mkswap -c /dev/sda5

  7. Gunakan partimage untuk me-restore kembali hasil backup

    partimage restore /dev/sda1 1.win.sys.000
    partimage restore /dev/sda2 2.win.data.000
    partimage restore /dev/sda3 3.lin.root.000
    partimage restore /dev/sda6 6.win.data2.000

  8. Beres! Sekarang tinggal coba booting kembali harddisk Anda. Semoga berhasil!

Tips: Knoppix sudah memasukkan aplikasi partimage di dalam CD-nya. Knoppix merupakan live-CD jadi kita tidak perlu menginstal Linux di harddisk terlebih dahulu.

Author: bagus

cross-border commuter

2 thoughts on “Backup dan Restore HDD di Linux”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s