One IOS to Rule Them All!
Tanggal 12 Januari 2010 adalah hari terakhir Cisco IOS versi 12.4 dapat dibeli, penggantinya adalah Cisco IOS versi 15.0. Bagi yang memiliki service contract masih mendapat support hingga 31 Januari 2016, selengkapnya silakan lihat di link ini.
One IOS to rule them all!
Dulu, kita perlu mengunduh IOS sesuai dengan fitur yang kita inginkan, sekarang kita hanya perlu mengunduh satu IOS untuk semua fitur.
Lisensi
Cisco IOS versi 15.0 menggunakan sistem lisensi agar bisa menggunakan fitur yang lebih advanced. Bagi yang pernah menggunakan Cisco ASA, mungkin sudah mengenal cara menambah lisensi ini.
Apabila kita ingin meng-upgrade fiturnya, kita harus membeli lisensi untuk fitur yang diinginkan. Cisco akan mengirim Product Activation Key (PAK), PAK ini kita daftarkan ke situs Cisco untuk mendapatkan activation key. Activation key ini digunakan untuk mengaktifkan fitur yang diinginkan.
Cara mengaktifkan fiturnya dapat dilihat di sini.
Bagaimana dengan perusahaan yang mempunyai banyak perangkat Cisco yang perlu diatur? Masalah ini dapat diatasi menggunakan Cisco License Manager, software ini dapat diunduh bagi mereka yang mempunyai service contract dengan Cisco.
salah confreg?
Pak, saya salah masukin confreg trus sekarang router cisco-nya gak bisa diapa-apain!
Saya pernah ketemu kasus seperti di atas, bagi yang berkecimpung di dunia cisco pasti tidak heran dengan yang namanya confreg (configuration register). Confreg adalah boot parameter cisco, salah satu yang sering digunakan adalah mem-bypass konfigurasi kalau lupa password router.
Confreg yang paling banyak digunakan adalah 0×2102 (boot normal) dan 0×2142 (boot dengan bypass konfigurasi). Nah, pada kasus di atas confreg yang dimasukkan adalah 0xcb40, hasilnya ketika router di-console ga ada tulisan apapun. Bahkan tidak muncul karakter aneh kalau kita mengetik sesuatu, yang biasanya muncul kalau kita salah set baud rate console.
Trus gimana?
Perlu diperhatikan, confreg berhubungan dengan bagaimana router booting. Jadi tidak ada masalah software maupun hardware, sehingga kita tidak perlu mengembalikan router sebagai barang RMA.
Sumber utama tentu saja adalah website cisco. Dari hasil pencarian, saya mendapatkan dokumen berjudul Use of the Configuration Register on All Cisco Routers (pdf), tapi tidak saya temukan parameter confreg 0xcb40. Akhirnya saya mencari di google dan mendapat informasi bahwa Boson menyediakan tool gratis untuk menghitung confreg bernama Config Reg Calculator. Hasilnya seperti berikut…
Akhirnya set baud rate jadi 4800 di minicom, ganti confreg ke 0×2102 dan router pun kembali normal.
Google Chrome
Google akhirnya merilis browser yang bernama Google Chrome … tapi masih dalam versi beta. Lalu apa bedanya Chrome dengan browser-browser lain seperti Mozilla Firefox, Microsoft Internet Explorer, Apple Safari dll? Jawaban singkat: It’s Google.
Chrome merupakan browser yang cukup unik, setiap tab akan mempunyai proses sendiri. Jadi apabila ada satu tab yang hang, maka tab yang lain tidak akan terpengaruh dan tetap berjalan normal.
Chrome juga mempunyai engine JavaScript yang baru yaitu V8. Engine mempunyai metode yang berbeda untuk menjalankan JavaScript. Alih-alih menjalankan script, V8 akan meng-compile terlebih dahulu script-nya lalu menjalankannya. Cara ini akan membuat JavaScript berjalan lebih cepat.
Untuk membaca fitur lengkapnya, bisa diakses di penjelasan Google dalam bentuk komik. Tapi sayangnya Chrome baru tersedia untuk Windows, untuk meng-compile versi Linux-nya bisa mengikuti petunjuk developer-nya





